davidhermansyah.com

Menu
  • Sample Page
Menu

Shadow Power Grid: Saat Big Tech Mulai Bangun Infrastruktur Sendiri

Posted on 21 February 2026 by mbahdave74@gmail.com

Jujur, Ini Bikin Saya Overthinking

Kemarin saya baca berita tentang Silicon Valley yang mulai bangun power grid sendiri untuk data center mereka di seluruh Amerika. First impression saya? Ini serius banget. Bukan sekedar upgrade teknologi biasa, tapi semacam shift fundamental tentang siapa yang punya kontrol atas infrastruktur dasar negara.

Jadi ceritanya begini. Tech companies kaya Google, Microsoft, Meta mereka sekarang nggak mau bergantung sama utility perusahaan listrik tradisional. Mereka mulai bangun jaringan listrik sendiri yang basically hidden dari pandangan publik. Kecil-kecilan tersebutlah what people call shadow power grid.

Kenapa Mereka Mulai Berani Begini?

Kalau dari sudut pandang bisnis, saya 100% paham kenapa mereka gini. Data center butuh listrik BANYAK banget. Kalau andalin utility publik, mereka terikat aturan, antrian, biaya yang nggak bisa mereka kontrol sepenuhnya. Dengan bangun sendiri, mereka bisa optimize semuanya sesuai kebutuhan.

Plus, ini tentang keamanan energi. Bayar diri sendiri listriknya berarti mereka lebih independent. Nggak khawatir blackout atau kenaikan tarif tiba-tiba yang bisa rusak operasional mereka. Smart move sih dari perspektif manajemen risiko.

Tapi di sini saya mulai merasa ada sesuatu yang agak creepy. Ketika perusahaan swasta mulai punya infrastruktur yang biasanya tanggungjawab pemerintah, ada shifting of power yang ngawur banget.

Ini Tentang Lebih Dari Sekedar Listrik

Di perusahaan saya sendiri, kami selalu tanya: siapa yang punya leverage? Kalau tech companies bisa supply sendiri kebutuhan dasar mereka, leverage mereka terhadap pemerintah dan masyarakat jadi lebih besar. They become less dependent, more powerful.

Dan ini bukan conspiracy theory. Ini basic economics. Ketika satu pihak nggak butuh sama yang lain, power dynamic berubah total. Pemerintah nggak bisa easily regulate mereka karena mereka sudah bisa survive sendiri.

Bayangkan skala internasional juga. Kalau ini jadi trend global, kita bakal lihat world dimana economic power dan physical infrastructure control terpisah dari state power. It’s unsettling honestly.

Tapi Ada Sisi Positifnya Juga Sih

Saya nggak mau jadi doom and gloom aja. Innovation dalam energy efficiency dan renewable infrastructure dari side mereka bisa beneficial buat semua. Mereka likely invest dalam solar panels, wind turbines, battery storage yang state-of-the-art.

Ini bisa jadi proving ground untuk teknologi energi bersih. Mereka test, develop, optimize, terus eventually knowledge ini bisa spread dan bikin infrastructure listrik negara lebih efficient juga.

Yang kunci adalah transparency dan regulation yang smart. Pemerintah perlu ngikuti perkembangan ini dengan peraturan yang nggak membunuh innovation tapi juga nggak biarin perusahaan punya kekuatan unchecked.

So, Apa Takeaway Saya?

Shadow power grid ini simbol dari hal yang lebih besar. Tech companies bukan cuma bikin software dan apps lagi. Mereka literally reshaping physical infrastructure dari negara. Ini fase baru dari technological disruption.

Buat saya sebagai entrepreneur, ini reminder bahwa masa depan bisnis bukan cuma tentang innovation, tapi tentang control atas resources dan infrastructure. Cakupannya semakin lebar.

Yang perlu kita watch adalah apakah governments bisa keep up dengan pace ini, atau kita bakal lihat future dimana corporate entities literally lebih powerful dari state institutions. Scary thought, tapi realistic possibility kalau nggak ada action sekarang.

Kalian gimana sih? Khawatir nggak dengan trend ini?

Category: Geek, IT

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Shadow Power Grid: Saat Big Tech Mulai Bangun Infrastruktur Sendiri
  • Anthropic dan Dario Amodei: Apa Sih Visi Mereka soal AI?
  • Smartphone Menggantikan Peralatan Tes Mata Seharga Ratusan Juta Rupiah? Ini Buktinya
  • Air Surut di Pantai Digital Indonesia: Ketika 80.000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan dalam Setahun
  • Buku Public Domain: Harta Karun yang Bisa Kamu Jual Ulang Secara Legal

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • July 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • April 2023

Categories

  • Baca Tulis
  • Geek
  • IT
  • Motivasi
  • Nyeni
  • Uncategorised
© 2026 davidhermansyah.com | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme