Antusiasme Itu Amazing (Kisah penjual juzz buah dan kawan yang selalu bahagia)

Saya sering membeli juz buah bersama istri di alun-alun Jombang. Padahal ada penjual dengan merek yang sama tak jauh dari rumah. Mengapa kami memilih penjual di alun-alun meski kami menempuh perjalanan yang lumayan jauh. Jawabnya adalah penjualnya. Si penjual seorang cowok muda antusias sekali dalam melayani pembeli. Anda seolah melihat pemain gitar atau penari yang meliuk-meliuk saat mengupas buah, membersihkan blender. Sigap, cepat dan tepat. 7 gelas juz tidak lebih dari 15 menit. Selain itu dia hapal sekali pelanggannya. Keusakaannya si A apa? Si B sekolah dimana. Dia dan pembeli yang sebaya seolah kawan sekolah, akrab bercanda. Mungkin ini yang disebut Linchpin oleh Seth Godin golongan yang tidak tergantikan. Jika saya punyai resto akan saya hire dia untuk jadi bartendernya heheheh.

*****
Akan saya kisahkan juga tentang seorang kawan yang pernah satu kantor dengan saya. Saat wawancara terlihat aura positif terpancar dari senyumnya. Siapapun yang berada didekatnya kesetrum kebahagiaannya. Saat masuk dikantor kami, pendidikannya hanya D1. Seacara Teknis programing tidak banyak yang dapat diharapkan, Akhirnya kami tempatkan dia menjadi seorang implementator. Pilihan kami tidak salah. Jadilah dia angel bagi user-user kami. Menolong tanpa menghitung. Kalau boleh dibilang dia adalah startup tanpa memikirkan balik modal yang penting kepuasan pengguna. Akhirnya balik modalnya adalah tahun-tahun ini ketika yang dia tolong dulu hanya staf biasa sekarang sudah menjadi pimpinan dimana-mana. Antusiasme untuk menolong telah memberi imbalan kepadanya.

*****
Melihat kisah hidup kaum Linchpin dengan antusiasmenya membuat saya tersetrum setiap kali antusiasme itu surut. Nyalakan hidupmu dengan membakar antusiasme mu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *